Kali ini aku benar-benar muak. Sial, bosan yang setiap hari nya menggerogoti sel otak ku, hingga akhir nya seakan semua menjadi tak terarah, kini jiwa ku seakan di bawah tekanan yang sangat amat kuat. Tak ada dinding untuk aku bersandar, tak ada ranting untuk aku berdiam, tak ada arus yang membawaku pergi, tak ada hujan yang menghapusku, yang ada hanya segumpal penat yang merasuki rongga-rongga aliran darahku. Semua begitu redup, usang, mungkin remuk. Suara langkah suram sudah mulai terdengar. bayang nya pun sudah mulai muncul di ujung penglihatan ku. Mereka akan menyerangku bersamaan. Kaki ku bergetar, tubuh ku tak lagi tegak, kedua Mata ku mulai sayu, dan bibirku sudah lelah untuk tersenyum. Kini aku menyerah pada pada frekuensi yang bernama DEPRESI.
-Una-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar